Tiga Fraksi DPRD Jateng Rotasi Anggotanya


Semarang, Jateng One - Mengemudikan kendaraan truk dan bus, tentu membutuhkan kemampuan yang tak sama. Bagi pengemudi perlu memiliki pengetahuan dan pengalaman khusus untuk mengendalikan kendaraan berukuran besar itu di jalan raya. Memang keduanya memiliki ukuran yang relatif berbeda. Namun, masing-masing memiliki kesulitan tersendiri. Butuh waktu untuk pengemudi truk untuk mengemudi kendaraan bus, begitu pula sebaliknya.

Tampaknya Hal itu hampir mirip dengan kemampuan yang dibutuhkan oleh anggota DPRD Jateng yang menempati komisi yang berbeda-beda. Misalnya, anggota Dewan yang bertugas di Komisi A bidang pmerintahan, tentu tak sama dengan anggota Dewan yang bertugas di komisi B, bidang perdangan. Demikian pula dengan komisi C bidang keuangan, dan komisi D bidang infrastruktur daerah, serta komisi E bidang kesejahteraan.

Tiga Fraksi di DPRD Jateng, Selasa (29/1) lalu secara resmi merotasi anggota mereka ke fraksi yang berbeda. Tiga Fraksi itu antara lain Fraksi PDIP, Fraksi Partai Demokrat, dan Fraksi PAN. Di antara ketiganya, Fraksi PDIP melakukan perombakan paling besar, yakni separuh dari total anggota yang dimiliki. Sebanyak 12 anggota dari 23 anggota Fraksi PDIP, dipindah ke komisi lain.

"Kalau dihitung dari rentang waktu saat ini, mungkin efektifitas kerja mereka di komisi bari tidak ada satu tahun. Karena, tahun 2014 mendatang akan ada pemilu. Satu tahun itumungkin tidak akan cukup jika harus memahami dan mengkritisi kebijakan pemerintah provinsi secara detil," ujar pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, M Yulianto, Rabu (30/1).

Seyogyanya, kata Yulianto, setiap anggota Dewan memiliki latar belakang pendidikan yang nyambung dengan komisi yang ditempati. Atau setidaknya pernah bersinggungan dan memiliki pengalaman pada komisi yang dibidanginya. Namun, menurut dia, tidak selalu pertimbangan tersebut menjadi dasar penempatan anggota fraksi ke komisi-komisi di DPRD.

Menurutnya, ada beberapa hal yang sering dijadikan dasar bagi pimpinan fraksi atau partai, merotasi anggotanya dari komisi satu ke komisi lain yang memiliki bidang yang berbeda. Tidak selalu mereka merotasi anggotanya dengan dasar latar belakang pendidikan dan pengalaman, namun hal lain seperti faksional di tubuh partai atau alasan pemerataan menjadi alasan.

"Ada beberapa komisi di DPR itu yang sudah menjadi rahasia umum menjadi 'lahan basah' bagi anggotanya. Ada juga yang komisi yang dikatakan 'kering'. Tak jarang, komisi-komisi yang basah ini menjadi rebutan, tidak hanya oleh para anggota Dewan, namun juga partai yang memiliki kepentinga," katanya.

Tubuh partai yang terdapat faksi atau kelompok, juga tidak menutup kemungkinan dijadikan alasan untuk merotasi anggota dari komisi yang basah ke komisi yang kering, atau sebaliknya. Ini biasanya terjadi jika ada pertarungan faksional ditubuh partai itu sendiri.

Yuliyanto yang juga Direktur Lembaga Pengkajian dan Survei Indonesia (LPSI) Jateng itu mengatakan, rotasi anggota komisi yang telah disahkan secara resmi pada sidang paripurna DPRD Jateng, dua hari lalu itu bisa maksimal, jika para anggota yang menempati posisi baru dapat menyesuaikan diri dan beradaptasi secara cepat. Dia harus segera melakukan pengkajian sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi).

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP Nuniek Sriyuningsih mengatakan, perombakan komisi itu dilakukan dengan alasan untuk memberikan pemerataan bidang kepada seluruh anggotanya. Itu bukan kebijakan fraksi, melainkan kebijakan partai. Dengan rotasi itu diharapkan bisa memberikan pengalaman yang lebih dan merata bagi para anggotanya.

"Tidak benar jika rotasi ini dilakukan dengan alasan ada pertarungan faksional di tubuh PDIP. Ini murni kebijakan partai untuk memberikan pemerataan bagi anggotanya," katanya.

Pemerataan yang dilakuakan itu, tentu tidak semua anggota bisa menerimanya. Ada yang senang, ada pula yang tidak senang. Faktanya, anggota Fraksi PDIP Novita Wijayanti yang sebelumnya menjabat Ketua Komisi C di DPRD Jateng dan dirotasi menjadi anggota komisi D, tidak hadir dalam sidang paripurna penetapan perubahan struktur komisi, beberapa hari lalu.

0 comments:

Post a Comment