Rotasi Komisi DPRD Jateng Tak Terkait Murdoko
Semarang,Jateng One - Fraksi PDIP DPRD Provinsi Jawa Tengah merombak atau merotasi 12 dari 23 orang anggotanya ke berbagai komisi dan pimpinan komisi. Ketua Fraksi PDIP Nuniek Sriyuningsih mengatakan, perombakan itu tidak ada kaitannya dengan sejumlah kabar yang menyebut orang-orang Murdoko digeser.
Nuniek menyatakan, perombakan separuh jumlah anggota fraksi yang dia pimpin bukan keputusan fraksi, melainkan keputusan partai. Tidak ada tujuan politis tertentu dalam perombakan tersebut. Menurutnya, rolling anggota dari satu komisi ke komisi yang lain, merupakan hal biasa.
"Ini kan hal biasa di DPR. Lihat di DPR RI, setiap bulan ada pergantian. Jadi tidak ada hubungannya dengan hal politis. Ini bukan keinginan fraksi, tapi keinginan partai," ujar Nuniek, Selasa (29/1).
Hal senada juga diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Jateng Rukma Setianbudi, yang juga anggota Fraksi PDIP. Menurutnya, perombakan ditubuh komisi dilakukan untuk memberi kesempatan bagi anggota untuk bisa belajar tentang bidang lain. Para anggota diberikan kesempatan untuk memiliki pengalaman lebih di komisi yang berbeda.
"Kalau selama ini di komisi C bidang keuangan, dipindah ke komisi D agar tahu tentang bidang pembangunan. Yang awalnya di komisi E bidang kesejahteraan dipindah ke komisi A misalnya, agar tahu tentang bidang pemerintahan. Ini hanya soal pemerataan pengalaman saja," kata Rukma ditemuai usai sidang paripurna penetapan perubahan struktur komisi, di Gedung Berlian, kantor DPRD Jateng, kemarin.
Beberapa di antara aggota Fraksi PDIP yang digeser ke komisi lain, yakni Ketua Komisi C, Novita Wijayanti. Dalam perombakan struktur komisi, Novi dipindah ke Komisi D menjadi anggota. Sementara, Rukma Setiabudi yang sebelumnya menjadi Ketua Komisi D, dipindah ke Komisi A menjadi anggota. Posisi yang ditinggalkan, kini ditempati politisi PDIP lain, yakni Alwin Basri.
Kabar yang berkembang di kalangan Dewan, Novi kecewa dengan perombakan tersebut. Dia tidak tampak dalam pergantian di sidang paripurna kemarin. Saat dikonfirmasi melalui ponsel pribadinya, novi hanya menjawab, "Lah ngapain mas," katanya tanpa memberikan keterangan lain. Saat dinyata tentang kabar kekecewaan dirinya, dia juga tidak bersedia berkomentar.
Para anggota anggota Dewan yang digeser ke komisi lain praktis hanya memiliki waktu yang relatif singkat untuk bekerja di bidangnya yang baru, yakni sekitar 1 tahun. Karena, masa keanggotaan mereka akan berakhir pada tahun 2014, setelah pemilu legislatif dilaksanakan.
Sebelumnya beredar sejumlah kabar di kalangan Dewan bahwa perombakan di PDIP dilakukan untuk menggeser orang-orang dekat Ketua DPRD Jateng non-aktif sekaligus Ketua DPD PDIP non-aktif Murdoko. Murdoko terjerat kasus korupsi di Kabupaten Kendal, dan dia ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.
Fraksi Lain
Selain Fraksi PDIP, fraksi lain yang juga merombak struktur keanggotaan di komisi yakni Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi PAN.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah Selasa (29/1) melakukan perombakan besar-besaran terhadap komposisi anggota di sejumlah komisi dan badan. Terdapat tiga fraksi yang melakukan pergeseran anggota, yakni fraksi PDIP, fraksi PAN dan fraksi Demokrat.
Anggota Fraksi PAN, Mustholih sebelumnya duduk di Komisi C dan kini dipindah ke Komisi D menggantikan Jayus yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris komisi D. Jayus sendiri dipindah ke Komisi A dan merangkap sebagai Plt Wakil Ketua DPRD menggantikan Riza Kurniawan yang terkena kasus korupsi.
Sementara Fraksi Demokrat hanya merotasi satu anggotanya, yakni Atyoso Mochtar yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Badan Legislasi (Baleg) digantikan oleh Lilik Haryanto. Pergantian di tingkat badan juga dilakukan pada Badan Kehormatan (BK). Posisi Ketua BK yang sebelumnya dijabat oleh Nuniek Sri Yuningsih (FPDIP) digantikan oleh Bambang Haryanto Baharudin.

0 comments:
Post a Comment