Jalan Tol Semarang Solo Terkendala Bangunan Pabrik


BERITA JATENG ONE - Pembebasan lahan untuk jalan tol ruas Ungaran-Bawen masih menyisakan tiga bidang lahan, termasuk PT Jati Kencana Beton (JKB). Pabrik yang terkena proyek pembangunan tol itu akan dipindahkan atau relokasi, meliputi pemindahan gedung dan alat produksi. Tim pembebasan tanah (TPT) tol Ungaran-Bawen telah menyiapkan dana sebesar Rp 25 miliar untuk relokasi tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Pembebasan Tanah (TPT) tol Ungaran-Bawen, Waligi, Selasa (1/1). Dia mengatakan, pembebasan lahan milik PT JKB itu hingga kini masih mandek, karena proses penyerahan ganti rugi masih terkendala sertifikat tanah perusahaan yang dijadikan agunan. Padahal telah ada kesepakatan antara pihak perusahaan dan TPT  terkait harga lahan yang akan diberikan.

"Pengelola pabrik menjanjikan pada 26 Desember lalu sudah ada pembayaran ke bank, dan sertifikat tanahnya yang dijadikan agunan bisa diambil. Namun mereka menunda, dan katanya akan dibayar besok (2/1)," kata Waligi, kemarin.

Selain menyiapkan dana untuk relokasi pabrik, TPT juga telah menyiapkan dana untuk membayar ganti rugi lahan milik PT JKB seluas 1,5 hektar. Dia tidak mengatakan berapada harga yang diberikan untuk ganti rugi pembebasan lahan tersebut. Namun, berdasarkan keputusan Gubernur Jateng, ganti rugi diberikan menurut zonasi yang ditetapkan, dengan harga antara Rp 65 ribu hingga Rp 175 ribu setiap meternya.

Sementara, Pemprov Jateng, kata Waligi, juga menyisakan dua bidang lahan lain yang belum dibebaskan. Yakni SDN Klepu 01 dan lahan milik Dinas Bina Marga Provinsi Jateng di exit tol Bawen.  Untuk SD Klepu 01, saat ini pihaknya belum bisa menemukan kontrakan yang representatif. Karena belum ada tempat relokasi, sementara proses belajar mengajar masih tetap berlangsung di sekolah.

"Untuk lahan ujung Bina Marga, masih dilakukan pengurangan oleh Badan Pertanahan Nasional yang sebelumnya 7.480 meter persegi, akan menyisakan sekitar 3.000 meter persegi. Pengurangan ini akses jalan," katanya.

Tiga Bulan

Kendati masih harus menyelesaikan tiga bidang dan pemindahan pabrik dan sekolahan, pihaknya menargetkan proses pembebasan lahan tersebut akan rampung maksimal tiga bulan ke depan. Dia optimis target itu dapat dicapai dan pembangunan tol Ungaran-Bawen dapat diselesaikan.

"Kami target pembebasan lahan yang tersisa ini dapat selesai maksimal tiga bulan mendatang," ujar Waligi.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Sasmito mengatakan, saat ini TPT masih terus menggenjot pembebasan lahan. Jika memang masih ada yang keberatan dalam pembebasan lahan, sebaiknya Pemprov Jateng mengambil langkah konsinyasi sebagaimana yang dilakukan terhadap pembebasan lahan milik warga Lemahireng.

Menurutnya, sepanjang ruas tol tersebut sudah menyelesaikan lebih dari 70 persen dari lahan yang dibutuhkan. Pekerjaan fisik yang dilakukan ini setiap harinya dalam pantauan di lapangan telah dilakukan lebih dari 12 jam.

"Tahun 2013 nanti kita belum sempurna betul, ruas Ungaran-Bawen akan tetap difungsikan. Karena jika mengandalkan akses keluar di Jalan Letjen Soeprapto Ungaran, tetap berpotensi menimbulkan kemacetan," katanya. (*)


Gubernur Jateng Persilakan Koleganya Maju Sebagai Gubernur


BERITA JATENG ONE - Gubernur Jateng Bibit Waluyo mempersilakan dua koleganya di pemerintahan untuk maju pada pilgub 2013. Baik Rustri maupun Hadi dipersilakan Bibit untuk bersaing bersama di pilgub mendatang. "Silakan saja kalau Pak Hadi mau maju, Bu Rustri mau maju (sebagai calon gubernur)," ujar Bibit.

Namun, Bibit mengingatkan kepada keduanya agar masyarakat Jateng tidak terjebak dalam kesengsaraan. Dia mengatakan berbagai kemajuan telah dicapai dalam kepemimpinan dirinya dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Namun, menurutnya, masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan tuntas. Beberapa pekerjaan tersebut, antara lain mengatasi kemiskinan, pembangunan infrastruktur daerah, dan program-program lain.

Pernyataan Bibit itu berbeda dengan pernyataannya sebelumnya yang mengatakan bahwa Hadi bersedia menjadi calon gubernur mendampingi dirinya. Hal itu ditegaskan Bibit usai menerima penghargaan sebagai penyuluh kehutanan terbaik, beberapa waktu lalu. Bibit mengatakan, Hadi menyatakan kesediaannya secara langsung kepada dirinya.

Namun, usai pernyataan itu, Hadi enggan memberikan konfirmasi kebenaran pernyataan Bibit. Bahkan, Sekretaris DPD PDIP Jateng, Agustina Wilujeng mengatakan bahwa Hadi diunggulkan beberapa kalangan pengurus DPP PDIP sebagai cagub yang akan menerima rekomendasi. Selain Hadi, Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDIP juga dikatakan diunggulkan. Keduanya bisa dipasangkan, baik Hadi sebagai cagub dan Ganjar sebagai cawagub, atau sebaliknya. (*)

Bibit Waluyo Meminta PNS Jateng Tidak Kubu-Kubuan


BERITA JATENG ONE - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Bibit Waluyo meminta kepada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) yang tergabung dalam Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Jateng tidak terpecah. Hal itu disampaikan Bibit terkait majunya tiga pucuk pemerintahan di provinsi pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng 2013, termasuk dirinya. Bibit meminta di kalangan PNS tidak ada kubu-kubuan.

"Korpri jangan sampai terpecah karena para pemimpinnya akan maju dalam Pemilukada. Korpri tetap harus menjaga netralitasnya dan tidak boleh ada kubu-kubuan," tutur Bibit Waluyo usai acara malam pergantian tahun bersama forum pimpinan daerah (Forpimda), pimpinan BUMD, dan tokoh masyarakat, di kantor gubernur, Senin (31/12) malam.

Dalam acara tersebut, Bibit mengingatkan kepada Korpri untuk tetap utuh dan tidak terpecah-pecah menjelang pilgub Jateng yang akan diselenggarakan pada 26 Mei mendatang. Dia juga menegaskan jangan sampai ada korpri kubu Gubernur, Korpri kubu Wakil Gubernur dan Kopri kubu Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi.

Menurut Bibit, bulan Februari pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur akan dibuka oleh KPU Jateng. "Saya ingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar benar-benar menjaga kondisi Jawa Tengah yang aman ini. Masyarakat jangan mudah tersulut emosinya," kata Bibit.

Bibit memprediksi, memasuki tahun 2013 suhu politik akan meningkat menjelang pelaksanaan pilgub yang semakin dekat. Tidak hanya terkait pilgub, suhu politik juga terus meningkat terkait pelaksnaan pemilu legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres). Dia mengimbau kepada masyarakat dan tokoh politik untuk menjaga stabilitas Jateng.

"Jangan hanya karena agenda politik yang akan berlangsung, hal-hal yang bias merusak stabilitas Jawa Tengah yang saat ini kondusif. Kepada ormas, partai politik, jangan terpancing dengan hal-hal yang bias itu, sehingga mengundang kekacauan," tutur Bibit.

Tiga pucuk pimpinan pemerintahan atau petahana di Provinsi Jateng, yakni Bibit, Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih, dan Sekda Provinsi Jateng Hadi Prabowo, menyatakan akan maju dalam pilgub 2013. Bibit dikabarkan akan diusung oleh Partai Demokrat. Sedangkan Rustri saat ini tengah mengikuti proses penjaringan calon di PDIP. Dan Hadi, hingga saat ini belum ada pernyataan jelas, baik dari parpol pengusung maupun dirinya terkait kendaraan politik yang akan digunakan.

Selain menjadi Sekda, Hadi merupakan Ketua Dewan Pengurus Korpri Jateng. Menduduki Jabatan Sekda, dia dikenal dekat dengan kalangan birokrat di bawahnya. Bahkan, beberapa waktu lalu, berhembus kabar terjadi perpecahan di tubuh pemerintahan provinsi terkait majunya para petahana. Namun, Bibit juga telah menyangkal kabar perpecahan di tubuh pemerintahan karena dukung-mendukung salah satu petahana. (*)