Rakyat Jateng Dipaksa Milih Muka Lama Dalam Pilgub


Semarang, Jateng One - Pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng 2013 bisa dipastikan tidak akan diikuti oleh pasangan calon perseorangan atau indepen. Rakyat akan dipaksa untuk memilih calon dari partai. Dan saat ini hanya ada tiga muka lama yang duduk dipuncak pemerintahan, yang menononjol pada bursa pencalonan.

Hingga pukul 20.00 pada hari terakhir penyerahan persyaratan pasangan calon oleh KPU Jateng, Selasa (26/1), tak satupun orang yang menyerahkan persyaratan itu. Di tempat pendaftaran di Auditorium Univeritas Diponegoro (Undip), Jalan Imam Barjo, Semarang, kemarin, sejumlah petugas KPU Jateng dan KPU kabupaten dan kota hanya tampak mengobrol.

Ketua KPU Jateng Fajar Saka mengatakan, belum ada satu pun orang yang mendaftar sejak dibuka pada Jumat lalu. Pihaknya akan tetap membuka pendaftaran hingga pukul 24.00. Hingga pukul 20.00, belum ada tanda-tanda apa pun ada pihak yang akan melakukan pendaftaran.

"Belum ada satu pun yang daftar mas. Sesuai rencana kami akan menutup pendaftaran hingga pukul 24.00 nanti. Sampai sekarang juga belum ada tanda-tanda apapun," kata Fajar saat dihubungi, Selasa malam.

Pada Selasa siang, kata Fajar, sebelum dibuka pendaftaran ada beberapa orang yang bertanya tentang persyaratan pencalonan independen. Beberapa di antara mereka meminta buku panduan yang dibuat oleh KPU. Namun tak satu pun pihak yang menindaklanjutinya. Fajar mengaku, dia tidak kenal dengan pihak-pihak yang bertanya ke KPU.

Sesuai dengan peraturan, pasangan calon independen harus bisa menunjukkan dukungan sebanyak 3 persen dari jumlah penduduk Jateng. Sebagaimana kalkulasi KPU, syarat dukungan yang harus diserahkan sebanyak 1,2 juta jiwa. Dukungan itu harus dapat ditunjukkan dengan bukti pernyataan dukungan secara tertulis dan bermaterai, serta bukti kartu tanda penduduk.

Sebelumnya ada seorang warga Solo bernama Heru Setiabudi yang mengaku menjadi pengusaha pertambangan menyatakan akan mendaftarkan diri menjadi calon gubernur melalui jalur independen. Dia mengaku siap memenuhi persyaratan yang diminta KPU. Namun, hingga hari terakhir pendaftaran, tidak ada kabar lagi soal pencalonan Heru.

Tidak Menarik

Tidak adanya calon perseorangan yang menyerahkan persyaratan ke KPU, praktis hanya akan ada calon dari partai yang akan maju dalam pilgub yang digelar 26 Mei mendatang. Hingga kini belum satu pun partai yang mendeklarasikan pasangan calon yang akan diusung. Namun, telah ada beberapa sosok yang dimungkinkan akan diusung oleh partai politik.

Sosok itu saat ini sangat menonjol jika dibandingkan dengan calon lainnya. Mereka bertiga saat ini berada di puncak pemerintahan provinsi. Mereka adalah Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Wakil Gubernur Jateng, Rustriningsih, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Hadi Prabowo.

Menurut pengamat komunikasi, Triono Lukmantoro, pilgub Jateng bisa dipastikan tidak akan ada sosok yang bisa menjadi alternatif. Di Jateng ternyata tidak ada sosok muda yang berani melawan arus main stream. Akibatnya, masyarakat hanya disuguhi muka-muka lama yang selama ini telah memimpin Jawa Tengah.

"Tidak ada yang berani melawan main stream. Mana sosok mudanya, tidak ada kan," kata Triono, pengajar ilmu komunikasi Undip tersebut.

Dilihat dari cara bersosialisasi, ketiga calon itu masih menggunakan cara-cara konvensional, yakni dengan memasang baliho di jalan. Mereka hanya menjual muka yang sebenarnya sudah cukup dikenal karena merupakan petahana. Mereka tidak -ada yang secara khusus mengusung isu-siu populis yang menyentuh masyarakat, namun hanya berkutat pada isu-isu politis.

"Bandingkan dengan pilgub di Jabar. Banyak sosok muda yang berani tampil. Selain itu juga ada calon independen, dan calon partai lain, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan. Para calon tentu akan berlomba untuk menyuguhkan konsep mereka kepada masyarakat sebaik-baiknya," katanya.

Dia menambahkan, masyarakat Jateng saat ini harus berani mendorong para kandidat, khususnya tiga incumbent untuk menunjukkan konsep mereka membangun Jawa Tengah. Isu yang terus muncul ke permukaan berupa isu politis, antara lain pencalonan, kendaraan politik, koalisi, tidak akan memberi solusi konkret apapun kepada masyarakat Jateng, yang relatif tertinggal dibanding dengan provinsi lain di Jawa.


0 comments:

Post a Comment